Monday, January 23, 2017

A Life (J-dorama Update)



Konichiwaa..

Setelah menimbang beberapa hal, akhirnya saya memutuskan mengisi blog ini tidak melulu review Jdorama atau J-movie, tapi juga beberapa film atau dorama baru yang mungkin saya tonton. Well, meski saya lagi tergila-gila dengan segala Jejepangan, tapi saya tetep pilih-pilih tayangan yang bakal saya tonton.

Nah, hari Minggu kemarin saya lagi hapi banget, pasalnya dari website langganan nonton online atau download, saya menemukan dua film yang bakal saya tonton, meski yah, tergantung kebaikan hati para penerjemah juga sih. Maklum, saya nol sekali untuk Bahasa Jepang. πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†

Yang pertama adalah A Life


A Life bercerita tentang seorang dokter yang sempat ‘terbuang’ dari rumah sakit tempat ia bekerja di Jepang. Ia terpaksa atau dipaksa ke luar negeri untuk belajar dan sempat sukses di Seattle. Nah, setelah 10 tahun meninggalkan Jepang, akhirnya ia diminta kembali untuk melakukan operasi hati terhadap Direktur Rumah Sakit tempat dulu ia bekerja. Sang direktur ini dulu nyaris menjadi bapak mertuanya, jika ia tidak pergi ke luar negeri. 

Hmmm…Premisnya cukup menarik, tentang dunia kedokteran dan segala intriknya. Saya masih menonton sekitar 42 menit sih. Meski plotnya agak lambat, tapi cukup menjanjikan, apalgi melihat deretan para pemainnya.

Jadi, saya nonton karena pemainnya? Jelas doong… Sebenarnya saya kurang suka segala yang berbau kedokteran, karena saya bakal menemukan banyak operasi dan darah. Saya takut darah. Hiii…. 

Mari kita lihat deretan para pemainnya.


Yang ini sih tak diagukan lagi aktingnya. Semakin senior, semakin mantap aktingnya. Tapi semalam yang saya lihat sekilas justru bentuk tubuhnya. Singset banget bookkk hahahaha… Takuya kimura berperan sebagai dokter bedah, Kazuaki Okita. Semoga TakuKimu juga berakting semerlang seperti di Mr. Brain.


Well, saya belum pernah menonton aktingnya sebelumnya. Jadi ya no comment banyak-banyakk. Ia berperan sebagai Mifuyu Danjo, alias mantan pacar Dr. Okita


Nah, saya menonton demi mas L ini mwahahahaha…. Beberapa hari lalu, tiba-tiba saya kangen melihat aktingnya, dan juga mendengar suaranya. Mau menonton ulang Death Note movie, saya masih memindah banyak file ke computer. Jadi, yah, menonton ini membuat saya kembali ber-fan girling padanya. Kenichi Matsuyama berperan sebagai Sota Igawa, seorang dokter yang masih sangat lugu. Dia masih baru di Rumah sakit tempat setting cerita, dan tak tahu banyak tentang intrik di Rumah sakit tersebut. Beberapa adegan menunjukkan ekspresi polosnya. Duuhh…. L!!! πŸ’–πŸ’–πŸ’–


Ya ampun, kenapa ada cewek satu ini sih. Dan perannya masih seputar wanita penggoda pula. Sebaaalll… dia berperan sebagai Minori Sakakibara. Belum jelas hubungannya dengan rumah sakit. Yang jelas ia punya hubungan gelap dengan suami Mifuyu Danjo (skroll dikit ke atas ya).


Baru itu saja yang bisa tulis di sini. Mungkin saya bakal nulis reviewnya dikit atau mungkin ngga. Tergantung mood sih hihihi… 

Tunggu  dorama berikutnya yang pengen saya tonton ya

Saturday, January 14, 2017

(J-Dorama) Ms. Super Sadistic Detective




Romaji: DoS Deka
Japanese: ドSεˆ‘δΊ‹
Director: Satoru Nakajima, Yasuhiro Kawamura, Yoichi Matsunaga
Writer: Yoshi Nanao (Novel), Izumi Kawasaki
Producer: Masahiro Mori
Network: NTV
Episodes: 11
Release Date: April 11 - June 20, 2015
Genre: Mystery, Detective, Comedy

Casts:
Mikako Tabe as Kuroi Maya
Tadayoshi Okura as Shusuke Daikanyama
Yo Yoshida as Fujiko Shirokane
Hikaru Yaotome as Soichiro Yamada
Matsanobu Katsumura as Tsuneo Arisugawa
Mitz Mangrove as Kenzaburo Inui
Masanori Ishii as Fumio Yora

Saya lagi getol menonton dorama-dorama detektif akhir-akhir ini. Sebut saja dari Tantei no Tantei yang penuh baku hantam dan darah, IQ 246 yang kocak tapi kudu mikir keras :D, Career (sebenarnya itu polisi sih ya), hingga saya menemukan DoS Deka ini.

Kasus-kasus yang diusung dorama detektif ini sebenarnya sederhana atau bahkan sedikit berulang dari beberapa kasus detektif di dorama yang lain, seperti marriage scammer, penculikan, pe,bunuhan dan sebagainya. Yang membedakan tentu saja cara penyelesaiannya. Dua karakter utama dorama ini dpegang oleh Kuroi Maya dan Shusuke Daikanyama. Tak jarang kriminalnya adalah seseorang yang sama sekali tidak dicurigai oleh rekan-rekan detektif Kuroi-san. Hebatnya,  detektif yang terkenal dengan teriakan BAKA JANAINO?! ini bisa mengendus oknum-oknum yang menjadi dalang kriminal.  Adegan dibuka dengan penyanderaan seorang pegawai toko boneka yang penuh dengan figurine. Seorang otaku garang yang sedang mengincar suatu figurine tiba-tiba kegarangannya hilang begitu seseorang masuk ke ruang sandera membawa figurine yang ia cari. Dengan suara macam seiyuu, sosok berjubah hitam ini menyapa si penyandera. Dimulai dengan menyapa lirih, tiba-tiba melempar figurine ini ke jendela dan menarik kembali, macam atraksi bungee jumping. Setelah itu suara seiyuu sosok hitam itu berubah menjelma detektif Kuroi-san yang sinis bin sadis, mendata dosa-dosa masa lalu si kriminal, hingga si kriminal ini tunduk dan menyerah. Rupanya begitulah cara dan gaya Kuroi-san menjatuhkan mental bandit yang sedang ia hadapi, selain pecut yang selalu siap sedia melayang ke siapa yang menjadi sasarannya. Sejak itulah mempertemukan detektif sadis Kuroi Maya dan polisi lokal, Daikanyama Shushuke yang sedikit naif dan gampang kaget. Karena pertemuan itulah, mereka kemudian menjadi partner di Kawasaki Aozora Police Station. Kemana-kemana mereka selalu bersama,  bagai Kuroi-san dengan whip alias pecutnya hahaha....



Meski kasus-kasus di dorama ini tidak terlalu baru dan rumit, tapi tetap saja menarik diikuti terutama gaya pemecahan Kuroi-san dkk. Tidak jarang rekan detektif yang lain menyepelekan teori Kuroi-san yang nyeleneh, begitu juga dengan kepala polisi setempat, Fujiko Shirokane, wanita yang wajahnya sekaku rambutnya hahaha... jarang senyum pula. Tak jarang dua wanita ini berseberangan dalam hal pendapat. Hanya Daikanyama,  yang dipanggil Daikan-sama oleh Kuroi-san yang selalu berada di pihak Kuroi-san. Belum lagi kebiasaan Kuroi-san dalam me-review suatu kasus dari awal hingga update terakhir dengan cara duduk berputar di taman bermain. Dia mengatakan bahwa otaknya berputar seiring dengan tubuhnya yang juga berputar. Sedikit mengingatkan saya pada kebiasaan Sharako Homonji di IQ246 dengan kebiasaannya bermain catur Jepang ketika berpikir. Tapi menurut saya masih menyenangkan melihat gaya Kuroi-san ini.



Saya ngga bakal membahas setiap episode di review ini. Saya justru ingin berkomentar tentang masing-masing karakter di dorama ini. Sedikit menyerempet spoiler mungkin ;)

Kuroi Maya yang diperankan secara apik oleh Mikako Tabe ini tampil dengan wajah yang seratus delapan puluh derajat berbeda dari perannya di Kimi ni Todoke (From Me To You). Ia berperan sebagai gadis yang ditakuti teman sekolahnya karena rambut panjangnya yang mengingatkan mereka akan sosok Sadako di film Ju On. Disini, ia justru ditakuti rekan kerjanya karena gaya cuek, sinis tapi cerdas ketika bekerja. Dari awal bisa dibilang aktingnya konsisten dengan kesinisan cenderung sadis karena cita-citanya sebagai detektif adalah untuk menyiksa para kriminal. Kostumnya juga nyaris tidak berganti dari episode awal hingga terakhir. Satu-satunya ia terlihat berbeda adalah ketika ia mengikuti acara formal omiai, alias perjodohan. Dengan kimono merah, dia sedikit feminin kalo saja ia meninggalkan pecutnya hahahaha... 




Tidak hanya dalam hal bersadis ria ia konsisten, tetapi juga dalam hal berpikir out the box dan nekad. Gaya mengatakan kalimat Baka Janaino bisa berubah disesuaikan dengan kondisi, bisa lirih, keras dan tentu dengan seringainya yang manis tapi sadis. Komplain awal saya akan sosok ini adalah rambutnya yang terlihat aneh. Cantik sih iya, tapi kurang sreg sih. Tapi lama-lama biasa juga. Satu episode ketika ia ingin menghibur partner detektifnya, Daikan-sama yang sedang terpuruk,  terlihat kaku, seolah kata-kata manis tidak ada dalam kosa katanya hingga ia susah mengatakannya. Sedetik saya berharap kalo ia akan mengatakan bahwa ia menyukai Daikan-sama apa adanya. Tapi harapan ini langsung lenyap karena sadar itu ngga mungkin hahahahaha.... Sayang, meski tampil garang, nyaris tak terlihat Kuroi-san ini bertarung, ia hanya mengandalkan pecut dan teriakan FIGHT O, pada Daikan-sama. Yang diteriaki juga nyaris selalu mengecewakan dalam ilmu bela dirinya. Yah, kaki tangan dan tubuh Daikan-sama masih kalah jago dibandingkan pecut Kuroi-san ckckckck.....bahkan mungkin kalah juga dengan daya rekat lem S yang selalu dibawa-bawanya selain pecut πŸ˜›πŸ˜›πŸ˜›



Shusuke Daikanyama diperankan secara gemilang juga oleh Okura Tadayoshi. Ini adalah perkenalan pertama saya dengan cowok langsing cenderung ceking ini. Sekilas di awal episode, saya merasa ia kurang cocok menjadi polisi. Selain cukup penakut, ia ini sangat baik hati hingga gampang saja terkena tipu, dan juga cukup lemot berpikir jika bekerja sama dengan Kuroi-san yang cerdik. Bela dirinya juga kurang lihay. Terus apa ya kelebihan ia sebagai polisi? Hahahaha... Tapi yang jelas ia cukup tangguh di semua kondisi, bahkan saat investigasi, justru Daikan-sama yang lebih banyak bertanya dibandingkan partnernya. Kuroi-san lebih banyak menggunakan mata tajamnya untuk melihat segala petunjuk yang kemungkinan bisa membawanya ke dalang kejahatan. Ohya, satu episode ketika ia harus berperan sebagai seseorang dengan kostum wanita dalam investigasinya, tak disangka Okura-san ternyata cantik sekali hahahaha... Di episode berikutnya ia justru melempem tiap kali teriakan Fight o bergema, sepertinya mending ia didapuk berpakaian wanita saja hihihi. Lucunya,  di episode terakhir,  Daikan-sama tiba-tiba jadi lumayan ilmu bertarung nya. Hmmm... kurang konsisten yaaa atau mungkin karena sudah episode penutup. Saya juga mendambakan ia muncul secara heroik menyelamatkan Kuroi-san, tapi sayang kemunculannya malah bikin runyam.... ckckckck....





Sosok ketiga yang ingin saya bahas adalah si ketua polisi Fujiko Shirokane yang diperankan oleh Yo Yoshida. Beberapa saya melihatnya bermain di beberapa dorama, seperti Koinaka dan Enoshima Prism. Sebagai kepala divisi, ia lebih sering mendapat beritadari rekan kerjanya dan member perintah dibandingkan terjun sendiri ke lapangan. Beberapa kali ia memang terlihat ke lapangan, tapi tidak sesering yang dilakukan Kuroi-Daikan, dan beberapa pasang detektif yang lain. Di beberapa episode, terlihat ia beradu pendapat dengan Kuroi-san, bahkan menanyakan hal-hal yang tidak masuk akal yang justru tidak masuk dalam daftar investigasi detektif yang dilakukan oleh Kuroi-san. Hmmm….terlihat jika kepala polisi ini bukan termasuk yang anti mainstream, seperti bawahannya. Bagkan Daikan-sama lebih bisa memahami Kuroi-san disbanding si kepala ini. Ya iyalah, Daikan-sama lebih banyak mengekor kemana Kuroi-san pergi hahaha… Tapi di akhir dorama, si kepala ini akhirnya menunjukkan kemampuannya dan legalitasnya sebagai pemimpin. Plok plok plok…. Saya suka episode terakhirnya…




Karakter ke empat yang ingin saya bahas sedikit adalah Kenzaburo Inui yang diperankan oleh Mitz Mangrove. Nama aslinya unik ya, ada mangrove-nya hahaha… Karakter yang sering dipanggil KenKen oleh Kuroi-san ini adalah seorang ahli forensic. Perannya sangat membantu Kuroi-san dalam investigasi. Satu hal yang sedikit mengherankan adalah, sepertinya hanya Kuroi-san yang mempunyai akses ke penyelidikan yang berhubungan dengan otopsi. Sementara rekan lainnya, bahkan tidak mengenal sosok KenKen ini. Dandanannya unik kalo saya ngga boleh bilang terlalu menor untuk seorang dokter yang lebih banyak bergaul dengan mayat dan luka-lukanya.  Selain dandanannya yang unik, suaranya pun juga terdengar seperti cowok. Saya cukup kepo tentang pemain aslinya. Apa dia ini sedang berperan cewek tapi sebenarnya ia cowok? Hmmm…. Ternyata ia cewek asli lo. Ngga tau suara aslinya gimana hahaha… Di list asianwiki yang saya intip, dia baru membintangi 3 dorama, termasuk dorama ini. 


 Sosok terakhir yang ingin saya singgung adalah Fumio Yora yang diperankan oleh Masanori Ishii. Kurang jelas bagaiman Kuroi-san bisa mengenal sosok satu ini. Mungkin ada di episode awal? Kurang jelas juga sih. Yang jelas, ia ini adalah pemasok segala informasi penting bagi Kuroi-san. Demi mendapatkan informasi, ia bisa saja berperan sebagai badut, tukang pos, apa saja hingga ia bisa mendapatkan informasi tentang detil kriminalyang sedang diselidiki Kuroi-san dkk. Sebagai imbalan, tentu saja ia meminta bayaran. Dan siapa yang membayar? Tentu saja Daikan-sama…puk puk puk… :D



Overall, dorama detektif ini sangat menyegarkan dan menghibur. Tidak perlu terlalu berkerut kening ketika menonton semua episode-nya, meski yah, ada sedikit plot hole-nya. Tapi masih bisa dimaafkanlah. Scene favorit saya adalah ketika ketika Kuroi-san mulai menguliti dosa-dosa si penjahat, dan ketika ia duduk manis di tengah keluarga Daikanyama, menikmati makan malam, dan terakhir bahkan juga ikut menikmati sarapan. Pengen jadi menantu keluarga Daikanyama ya, Kuroi-san? Terngiang teriakan BAKA JANAINO, kalo pertanyaan ini dilontarkan padanya mwahahaha…. 




Story rating: ***^
Akting pemain: ***